L o a d i n g

Aah rasanya sangat menyenangkan ketika memberikan investasi kepada diri dengan membeli buku untuk asupan diri. Salah satu buku yang paling menarik yang saya lihat di rak adalah bukunya Carl Sagan dan Ann Druyan yang berjudul Shadows Of Forgotten Ancestoors — “BAYANG-BAYANG LELUHUR”.

Mengapa buku ini sangat menarik di mata saya itu karena saya adalah pembaca buku sains atau bisa dikatakan saya sangat suka mendengarkan atau menerima fakta-fakta secara sains.

Di sini saya akan mencoba sama seperti sebelumnnya, yaitu menuliskan semua poin-poin yang saya sukai mulai dari kata-kata indah, frasa, bijaksana, fakta, istilah-istilah, dan poin-poin penting lainnya yang ada di dalam buku ini.

Nanti di akhir tulisan ini saya akan memberikan kesan terhadap buku ini dan mengambil kesimpulan secara pribadi menurut apa yang saya pahami tentunya..

  1. Mari mulai
  2. Pertanyaan sejuta umat; Siapakah kita? dari mana kita datang? mengapa kita begini dan tidak begitu? Apa artinya menjadi manusia?
  3. Tata Surya adalah buah ketidakteraturan awan antar bintang yang berevolusi mengikuti hukum-hukum alam yang bisa kita pahami — gerak, gravitasi, dinamika fluida, kimia, fisika.
  4. Pesan Emma (istri Charles); “tidakkah kebiasaan dalam penelitian sains, terlalu berpengaruh kepada pikiranmu dalam hal-hal lain yang tidak bisa dibuktikan dengan cara yang sama, dan yang bila memang benar ada kemungkinan berada di luar pemahaman kita?”
  5. Darwin menyadari bahwa bila dia hendak meyakinkan orang lain, argumennya harus disokong deretan bukti kuat.
  6. Seleksi alam adalah saringan raksasa menghalangi sebagian besar dan meloloskan hanya sedikit yang diunggulkan sehingga bisa mewariskan sifat-sifat mereka ke generasi berikut.
  7. Terlebih lagi, “kekuasaan yang manusia peroleh dari bumi; kemampuan manusia berbicara dengan fasih; berkah nalar bagi manusia; kehendak bebas dan tanggung jawab manusia; kejatuhan manusia dan penebusan manusia; inkarnasi Putra yang kekal; bersemayam nya ruh yang kekal, semua itu secara setara dan tegas tidak bisa didamaikan dengan gagasan melecekan yaitu asal usul buas dari manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan, dan ditebus oleh Putra-Nya yang Kekal”.
  8. Alam bisa bekerja di setiap organ dalam, setiap nuansa perbedaan mendasar, seluruh mekanisme kehidupan. Manusia menyeleksi demi kepentingan sendiri: Alam menyeleksi demi kebaikan makhluk yang dia urusi…
  9. Evolusi adalah produk timbal balik bersama antara pewarisan sifat dan lingkungan.
  10. Namun kehidupan tidak tahu tujuan. Kehidupan tidak punya tujuan jangka panjang. Tidak ada ujung yang dipikirkan. Tidak ada pikiran untuk memikirkan ujung tersebut. (Bab: HIDUP ADALAH KATA BERHURUF TIGA)
  11. Kehidupan boros, buta, tidak peduli dengan gagasan keadilan. Kehidupan bebas membuang-buang banyak hal. (Bab: HIDUP ADALAH KATA BERHURUF TIGA).
  12. Seleksi alam memancing, memicu, menimbulkan seperangkat rumit tanggapan molekuler yang sekilas terlihat seperti kemampuan membaca arah, kecerdasan, ahli biologi molekuler jagoan yang mengotak-atik gen; tapi nyatanya yang terjadi adalah mutasi dan reproduksi, berinteraksi dengan lingkungan eksternal yang berubah-ubah.
  13. Penyaringan kejam tiada henti terjadi di sekeliling kita. Seleksi alam memberikan pelajaran yang keras.
  14. Putus sekali saja dalam rangkaian generasi, Anda dan sekuens sekuens DNA anda yang khas dan individual itu pun pupus tanpa harapan untuk kembali.
  15. Kerapatan populasi yang tinggi menghasilkan situasi dan memicu tanggapan yang berbeda dari gaya hidup yang lebih bersahabat dan ceria yang berlaku ketika dunia berpopulasi jarang.
  16. Moto kehidupan adalah lalui krisis satu demi satu. (End Bab: HIDUP ADALAH KATA BERHURUF TIGA)
  17. Tidak peduli seberapa pun baiknya niat anda, seberapapun jinak dan kontemplatifnya anda, bila anda merupakan mangsa potensial, anda dipaksa oleh seleksi alam untuk mengadopsi tindakan perlawanan. (Bab: KITA DAN MEREKA)
  18. Organisme-organisme yang memiliki otak paling besar lebih sering memilih untuk mendengarkan kepala. Mau yang mana pun, hasilnya tidak terjamin.
  19. Gen-gen mendikte dunia luar yang terdiri atas darah dan daging dengan alasan yang sepenuhnya egois, dan altruisme sejati – pengorbanan diri untuk pihak yang bukan kerabat – dianggap sebagai ilusi sentimental.
  20. Dalam sejarah manusia, ada segelintir orang mulia yang kita kenang karena mereka dengan penuh kesadaran mengorbankan diri untuk orang lain . Untuk tiap-tiap seorang dari mereka, ada banyak sekali yang tidak melakukan apa-apa.
  21. Namun dibandingkan dengan perbedaan Ana tata manusia yang mana saja dan hewan yang mana saja, semua manusia, seberapa beraneka ragam pun etnisnya, pada dasarnya identik.
  22. Seleksi keluarga adalah fakta kehidupan, dan sangat kuat di hewan-hewan yang hidup dalam kelompok kecil. Altruisme sangat dekat dengan cinta. Di suatu tempat dalam kenyataan kenyataan itu tersembunyi suatu etika. (End bab: KITA DAN MEREKA)
  23. Semakin anda tahu cara melakukannya, semakin maju anda – dan mungkin anda berpikir, semakin besar kemungkinan untuk bertahan hidup (Start bab: TAK KALA API BARU BERKOBAR).
  24. DNA sel-sel eukariotik berisi segmen segmen yang secara jelas dan spesifik berasal dari bakteri dan arkebakteria sama dahulu sekali.
  25. DNA dalam tubuh manusia adalah suatu campuran, sekuens sekuens ACGT panjang yang telah diadopsi bulat-bulat dari makhluk makhluk teramat purba yang cukup berbeda, dan disalin dengan tepat selama miliaran tahun. Sebagian dari kita banyak bagian dari kita – sungguh tua.
  26. Sekarang sudah diketahui ada sejuta lebih spesies hewan di bumi, dan barangkali 400.000 spesies tumbuhan eukariotik.
  27. Sebagian besar dari miliaran spesies makhluk hidup yang pernah ada sudah punah. Kepunahan adalah hal yang biasa. Bertahan hidup adalah kekecualian penuh kemenangan.
  28. Hanya dalam 2% atau 3%terbaru dari riwayat kehidupan di bumi, diversifikasi megah mamalia berplasenta telah menghasilkan curut, paus, tikus, pemakan semut, kukang, trenggiling, kuda, babi, antelop, gajah, sapi laut, gajah, serigala, beruang, harimau, anjing laut, kelelawar, monyet, dan manusia
  29. Makhluk-makhluk bumi saling bergantung. Kehidupan di bumi adalah permadani atau jejaring yang ditenun dengan rumit.
  30. Putuskan beberapa utas sana sini, dan anda tidak bisa memastikan apakah hanya itu kerusakan yang anda sebabkan, ataukah seluruh kainnya akan buyar.
  31. Organisme-organisme di planet ini bukan hanya sanak saudara; mereka hidup dalam sentuhan mutual yang akrab, memakan kotoran satu sama lain, saling bergantung agar bisa hidup, dan berbagi lapisan permukaan rapuh yang sama. Kesimpulan itu bukanlah ideologi melainkan kenyataan.
  32. Kesimpulan tersebut tidak bergantung kepada otoritas, iman, ataupun permohonan istimewa oleh para pendukungnya, melainkan kepada pengamatan dan percobaan yang bisa diulangi. (End bab: TATKALA API BARU BERKOBAR)
  33. Mengatakan bahwa cinta membuat bumi berputar itu memang berlebihan. (Start bab: SEKS DAN KEMATIAN)
  34. Seks dan seleksi alam bekerja semacam pengoreksi, menggantikan kesalahan kesalahan mutasi yang pasti terjadi dengan instruksi yang belum tercemar.
  35. Dalam hipotesis yang dipertimbangkan serius itu, seks menghadirkan kebingungan bagi musuh-musuh kita dan merupakan kunci bagi kesehatan kita.
  36. Namun, bukan berarti itu pola yang tidak bervariasi; ada spesies-spesies yang betinanya berhasrat kawin dengan banyak pejantan, dan dalam membesarkan anak.
  37. Lebih dari 90% spesies burung yang telah dikenal melakukan “monogami”; demikian pula 12% monyet dan kera, belum lagi serigala, jakal, koyote, rubah, gajah, curut, berang-berang, dan antelop mini.
  38. Mesti begitu, monogami bukan berarti eksklusif secara seksual; di banyak spesies yang pejantannya membantu membesarkan anak-anak dan merawat induk betina, si pejantan juga terkadang menyelinap keluar untuk berselingkuh; sementara si betina sering kali menerima pejantan lain.
  39. Parah ahli biologi menyebutnya “strategi kawin campur” atau, “kopulasi ekstra pasangan”.
  40. Organisme-organisme purba itu bisa dikatakan masih hidup. Beserta seluruh keuntungan yang banyak, seks membawa suatu hal lain: akhir keabadian.
  41. Organisme seksual dirancang untuk mati, diprogram sejak awal untuk mengalami kematian. Kematian berperan sebagai pengingat sendu akan berbagai keterbatasan dan kelemahan kita – juga ikatan kita dengan para leluhur yang bisa dikatakan mati agar kita bisa hidup.
  42. Seks membugarkan kembali DNA, menyuntikkan kesegaran ke generasi berikutnya. Ada alasan kita mengelu-elukan.
  43. Semiliar tahun silam, tercapai kesepakatan: sukaria seks ditukar dengan hilangnya keabadian pribadi. Seks dan kematian: anda tidak bisa mendapatkan yang pertama tanpa yang kedua. Alam susah diajak tawar-menawar.
  44. Dalam strategi seksual yang berbeda antara pejantan dan betina, seks juga telah memperkenalkan ketegangan kreatif baru – yang menyerukan rekonsiliasi dan kompromi – juga motif baru yang kuat bagi persaingan.
  45. Spesies kita sendiri merupakan satu contoh bagus mengenai peran seks yang menentukan – bukan hanya hubungan seksual itu sendiri, melainkan juga segala persiapan,konsekuensi, asosiasi, dan obsesi para peserta – dalam menetapkan sebagian besar kepribadian, watak, agenda, dan drama kehidupan di bumi. (End bab: SEKS DAN KEMATIAN)
  46. Seks itu sendiri adalah ganjaran.
  47. Asam butirat adalah pemikat seksual bagi mamalia.
  48. Dalam diri kita tertanam gairah untuk menemukan sesuatu. Kita senang melakukannya tanpa mengharap apa-apa, tapi hak itu mendatangkan ganjaran, membantu bertahan hidup, dan meningkatkan jumlah keturunan. (End bab: SEKS DAN KEMATIAN)
  49. Semakin sesak kondisi semakin banyak tantangan dari pesaing-pesaing seksual dan semakin banyak infantisida semacam itu terjadi. (Start bab: OBAT SEBELUM YANG TERAKHIR)
  50. Dalam hal agresi tikus dan anjing, pewarisan sifat sering kali tampaknya mengalahkan pengaruh lingkungan rumah. (Mungkin di manusia berlaku sebaliknya, atau kedua pengaruh itu mungkin sebanding).
  51. Karena anak dari induk induk yang agresif, ketika dibesarkan oleh oleh induk induk yang kalem, ternyata agresif, dan demikian sebaliknya.
  52. *sejarah peperangan manusia belakangan ini menunjukkan hal yang kontras; para alfa – biasanya laki-laki tua – menyembunyikan diri ditempat aman, sering kali di tempat para perempuan muda berada, dan mengirimkan para bawahan – biasanya laki-laki muda – untuk bertarung dan mati.
  53. Perang adalah lembaga yang dikonfigurasi secara optimal untuk menguntungkan pejantan alfa.
  54. Bila anda berada dalam hierarki linier, anda harus tahu bagaimana mendominasi hewan-hewan di bawah anda dan tunduk kepada hewan-hewan di atas Anda. Kecenderungan dominansi dan ketundukan harus berdegub di dalam dada yang sama. Tantangan-tantangan yang kompleks melahirkan hewan-hewan yang kompleks.
  55. Upaya-upaya menjalankan demokrasi bermunculan di seluruh planet ini. Namun panggilan pejantan alfa dan peragaan kepatuhan omega terus berulang-ulang dalam organisasi sosial dan politik manusia.
  56. Testosteron berperan bukan hanya dalam hierarki dominansi, seks, teritorialitas, dan agresi, melainkan juga dalam menyediakan peringatan awal terhadap predator, terlepas dari kita menganggap si pemberi peringatan sebagai pahlawan atau otomaton.
  57. Dinosaurus telah memperbanyak diri ke relung-relung lingkungan dengan kisaran yang mengesankan, tapi terap saja tidak satupun yang selamat dari kepunahan massal 65 juta tahun silam.(bab: LAUTAN KELAHIRAN KEMBALI)
  58. Saintis sejati, demikian klaim mereka, tidak mengurusi selain apa yang bisa diamati dari perilaku sungguhan hewan.
  59. Antropomorfisme secara harfiah berarti “berubah menjadi bentuk manusia” – menyematkan sikap dan kondisi pikiran manusia kepada hewan-hewan lain yang tidak bisa kita ketahui pikirannya.
  60. Merasakan sesuatu seperti yang dirasakan Helene dari Troia, dalam gabungan Eupides: *di sini kalau kamu mau screenshot di halaman 365, bagus untuk postingan Instagram*
  61. Meninggalkan lebih banyak keturunan adalah inti seleksi alam. Untuk alasan tersebut saja, hierarki menjadi masuk akal dari segi evolusi. (Bab: KEHIDUPAN KERA)
  62. Namun seandainya kita justru membayangkan betina berpopulasi dengan banyak pejantan agar tidak satu pun di antara mereka menyakiti anak-anak si betina, maka, Hardy menduga, orgasme – yang memperkuat perkawinan berturut-turut dengan banyak pasangan-pasangan – berperan vital.
  63. Kera dan monyet yang tidak secara teratur diasuh, disusui, digendong, disayang-sayang, dan ditelisik oleh individu dewasa cenderung menjadi kikuk dalam pergaulan, tidak terampil secara seksual, dan payah sebagai induk ketika dewasa.
  64. Di antara banyak bentuk sosial baru yang diciptakan primata adalah perselisihan berlarut-larut dan balas dendam keluarga, terkadang membentang sampai bergenerasi generasi – pertanda dimulainya sejarah. (Bab: ARKHIMEDES DI KALANGAN MAKAKA)
  65. Kita tidak suka menganggap hewan yang telah kita jadikan budak sebagai setara dengan kita – Darwin (Bab: APA ITU MANUSIA?)
  66. Manusia adalah makhluk berkaki dua yang tidak berbulu – Plato.
  67. Manusia adalah hewan sosial / manusia adalah hewan politik – Aristoteles.
  68. Kebanyakan kebudayaan manusia menuntut agar perilaku seksual yang direstui secara sosial pun untuk dilaksanakan dalam situasi privat; kita bisa melihat sesuatu yang semacam itu dalam perkencanan simpanse, dan dalam perjumpaan diam-diam tanpa diketahui pejantan dominan.
  69. Di Amerika selatan, perempuan Yanomamo sama sekali tidak mengenakan pakaian;
  70. Segelintir pemuka agama yang langka telah bertindak sebagai nurani bagi spesies kita, telah mengilhami jutaan orang dengan suri teladan hidup mereka sendiri, telah membantu kita lepas dari taklid buta ala babun.
  71. Pastilah ada sesuatu yang tertanam sekian mendalam dalam diri kita, bergerak sendiri, dan terkadang mampu lolos dari kendali sadar kita – sesuatu yang bisa mendatangkan bahay terlepas dari apa yang kita pahami sebagai niat terbaik kita. (Bab:HEWAN DALAM DIRI)
  72. “Kebaikan yang ingin kulakukan malah tidak kulakukan;tapi kejahatan yang tidak ingin kulakukan malah kulakukan”.
  73. Mungkin apa yang kita takutkan bakal kita temui bila kita mengamati terlalu dekat adalah suatu kekejian teguh tersembunyi dalam hati manusia, suatu keegoisan dan nafsu membunuh yang tidak terpuaskan
  74. Bahwa pada dasarnya kita semua adalah reptil mesin pembunuh tidak berakal.
  75. Apabila kecerdasan adalah satu-satu nya keunggulan kita, kita harus belajar memanfaatkannya dengan baik, mengasahnya, memahami keterbatasan dan kekurangannya – memenafaatkannya seperti kucing memanfaatkan kemampuan bersembunyi, seperti serangga ranting memanfaatkan kamuflase, guna menjadikannya alat kita bertahan hidup.( End bab: HEWAN DALAM DIRI)
  76. Bumi bakal terus memanggang dengan santai, mau ada kehidupan atau tidak. Bumi tidak peduli, dan seluruhnya tidak ditembus oleh apapun yang kehidupan telah berhasil sajikan, kecuali zona nyaman yang dangkal tepat di permukaan itu.(bab: BAYANG BAYANG LELUHURBYANG TERLUPA)
  77. Ada seruan baru yang mempromosikan etnosentrisme, xenofobia, homofobia, rasisme, seksisme, dan teritorialitas.
  78. Kedewasaan mensyaratkan kesiapan, meskipun mungkin menyakitkan dan merobek hati, untuk memandang lurus ke tempat tempat yang gelap itu, bisa ditemukan cahaya untuk memandu anak-anak kita agar pulang dengan selamat. (End bab: BAYANG-BAYANG LELUHURBYANG TERLUPA)

Anjay selesai.

Ah senang sekali kepala hati saya ketika menyelesaikan buku yang membuat saya sangat haus akan bacaan yang disajikan.

Banyak poin yang sebenarnya sangat luar biasa di buku ini yang mungkin luput dari pemahaman saya, tapi yang jelas perspektif buku ini benar-benar membuat aku paham sisi sains dan sosial organisme dalam kehidupan.

Sosial sains benar-benar adalah fakta yang harus diterima terlepas dari norma-norma yang ada.

Namun, ada perspektif yang membelah otak saya terhadap isu yang sering dibenturkan seperti misalnya sains dan agama. Di buku ini sains banyak sekali menyelesaikan masalah-masalah global. Sementara agama adalah sebuah sistem sosial organisasi, memudahkan urusan sosial, budaya, dan lain sebagainya.

Banyak sekali yang membenturkan sains dan agama karena berbenturan tapi para sainstis menawarkan solusi kepada pada agamawan untuk sama-sama berkolaborasi menyelesaikan masalah-masalah global.


Akhirnya saya menyadari bahwa sains itu natural sementara agama yang menyosialisasikan demi kepentingan global kesejahteraan spesies kita dan itu tidak ada masalah sama sekali karena memang manusia itu adalah makhluk sosial.

Penulis: DedMarianism

"Ada pepatah yang mengatakan, ketidaktahuan adalah anugerah dari Tuhan", namun bagiku pengetahuan adalah miracle..

Prev Post
Catatan dari buku Sapiens – Yuval Noah Harari
Baca See

Comments

No comments available.

Leave a comment